Kamis, 31 Mei 2012

Cewek nembak duluan !!! why not ????!!!!


Didunia percintaan sah-sah aja kalau cewe punya inisiatif nembak cowo terlebih dulu. Kan udah zamannya emansipasi, jadi kalau kamu nembak duluan bukan berarti kamu cewe murahan atau cewe gampangan. Kalau kita nonton acara reality show semacam “Katakan Cinta” dulu, udah banyak ejuang cinta yang berjenis kelamin perempuan, hal ini membuktikan bahwa urusan “tembak menembak” ternyata cewe juga jago lho ... mengenai diterima atau nggak sich, urusan nanti. Jadi “Lupakan Gengsi!!!”.

Pihak yang Kontra
Cewe nembak duluan bisa meruntuhkan harga diri bagi perempuan itu sendiri. Dan menurut mereka, cewe jenis ini PeDenya ketinggian !!!. Sikap sikap seperti ini bisa bikin cowo ilfiil !!!.

Pihak yang Pro
Sedang pihak yang pro memiliki alasan, bahwa cewek juga bisa mengambil inisiatif ini apabila:
1.     Si cewe ada si atas angin
Artinya bila si cewe termasuk cewe idol, banyak cowo yang naksir dan semua ngasih sinyal cinta ke dia, dalam situasi seperti ini dan untuk menghindari persaingan serta konflik, ada baiknya si cewe melakukan langkah penembakan.
2.    Si cowo tipe pemalu
Biasanya cowo seperti ini memiliki perasaan takut karena memiliki pertimbangan smisal:  “kalau gw naksir cewe favourit seperti dia, kira-kira gw masuk antrian/nomor urut yg keberapa ya???!!!”, “Apa gw masuk kriterianya???!!!, Gw takut ditolak”, “Gw bukan siapa-siapa” dsb.
3.    Menyatakan cinta
Menyatakan cinta ini bukan masalah laki atau perempuan, ini menyangkut kasih sayang. Demi kebahagiaan bersama, dan kalau udah suka daripada sama bingung, lebih baik si cewe nembak duluan. Toh hal ini daat mempersingkat waktu PeDekaTe.
4.    Sama-sama memiliki gebetan
Nah dari pada orang yang kita taksir diambil orang, lebih baik kita yang ambil duluan. Si cowo gak yakin sama signal yang kamu kirim kepadanya. Nah daripada mubathir kenapa gak ditegesin aja???!!! Mendem perasaan sakit lho!!!

Nah bila kamu sudah yakin sama perasaan kamu san ingin sesegera mungkin nembak si cowo, ada baiknya kamu simak perilau dobawah ini;
*      Dia sering telphon, dan ngajak kencan. (kalau gw gak termasuk coz takut bikin ilfel si cewe)
*      Dapat info temen deket si cowo, kalau dia suka sama kamu tapi kamu si cowo pemalu.
*      Saat ngobrol, dia bawaanya senyum melulu, memiliki perhatian lebih, grogi, salthing, suka minjem hal-hal yang nggak nyambung dan apabila memandang terlihat bahwa pendangannya dipenuhi percikan-percikan kasih, dsb.
*      Dia suka nulis puisi cinta tentang “seseorang” yang disayangi.

Stop !!!
*       Dia udah punya pacar
*       Sikapnya ogah-ogahan kekita, atau selalu menghindar bila kita mendekatinya.
*       Dia telpon kalau ada perlunya
*       Nada telponnya ogah-ogahan kalau kita telpon atau dia selalu inin terburu-buru nuntasin pembicaraan.
*       Dia pleyboy kelas berat.

Jurus penembakan
With style :
1.     Supaya gak bingung nulis apa yang mau diomonngin sama gebetan, sebutkan kelebihan-kelebihan yang membuat kita ingin pacaran sama dia. semisal “Aku seneng banget ngobrol bareng kamu, kamu pinter, ju2r dan lucu. Aku suka banget sama kamu !”
2.    Dandan yang oce, jangan sampe salah kostum.
3.    Ajak ngobrol dari hati ke hati, hindaari penembakan didepan orang banyak kecuali kamu udah siap lahir batin
4.    Pastikan mood gebetan lagi oke. Ajak dia bercanda dulu. Dan ajukan pertanyaan-pertanyaan standar. Kalalu dia menjawabnya oke dan antusia berarti moodnya oke...
5.    Menyiapkan acara kencan yang romantis. Seperti candle light.  Suasana membawa pengaruh lho ...! aalagi kalau si cowo tipe orang yang romantis !!!
6.    Bikin kata-kata puitis. Tapi minta enilaian temen dulu, biar gak dikira gombal atau bikin cowo ilfill.
7.    Takut mendadak “Bisu” ketika berhadapan sama si gebetan???!!! Pakai cara lain semisal sms, email, website. Tapi ruginya kita gak bisa liat ekspresi dia.
8.    Jangan mengesankan kita desperate tanpa dia. “aku sebenarnya nggak berharap apa-apa. Aku dah cukup seneng ngluarin isi hati ku. Tapi aku akan merasa lebih baik kalau tau bagaimana perasaan kamu yang sebenarnya. Apapun itu”. Kata-kata ini membuat kita terkesan anggun sehingga kalaupun ditolak, dimata dia, kita nggak kacau-kacau amat !!!
9.    Siapkan senyum dan hati yang tegar. Siap nembak berarti siap ditolak begitu juga sebaliknya. Kalau dia bilang : “Sorry aku hanya menganggap kamu temen saja”. Tersenyumlah dan katakan: “Nggak pa pa kok. Yang penting kita tetep berteman
10. Nah, setelah itu, saat lagi sendiri ... baru deh kita bisa nangis, mencak-mencak, dsb... namanya juga usaha, yang penting hati udah plong ... oke selamat mencoba. Positif tinking sebelum mencoba. 

Wisanggeni SMA N Tempeh Lumajang edisi Agustus 2007


Selasa, 03 April 2012

HUMOR

TERLAMBAT LEBIH BAIK

Ibu : "Andi, sudah siang begini kamu belum berangkat ke sekolah juga"
Andi : "Sebentar lagi, bu."
Ibu : Kamu sudah terlambat 1 jam masih bisa sebentar lagi."
Andi : " kemarin ibu bilang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. bagaimana sih ibu ini.
Ibu :" ?????"

Kamis, 29 Maret 2012

Kumpulan puisi-puisi alumni SMA

“PoLusi
Polusi, polusi, polusi
Dendang suarapun terjadi
Kau tutup hati tetap membisu
Terus melaju menuju kehancuran
Keasrian kau terjang
Kebersihan kau hadang
Keabadian pun kau tentang
Terus ... tak henti-henti
Tanpa karya & Prakarsa
Seakan hati tak mau mengerti
Wahai para pemuda
Jangan hanya berpangku tangan
Ayo berjuang, perangi polusi dalam negeri

=(Unik J/XI A 1, wisanggeni edisi Maret 2006)=


“KABUT MEGA BERTANDING”
Begitu erat kebhinekaan kita pegang
Begitu kuat keramahsantunannya
Adalah pelangi dimata dunia
Musim berlalu, waktupun berlalu
Klasik telah menjadi modern
Namun sayang beribu sayang
Alam ini tiada menyayang

Kini ...
Diujung pinus sana
Kabut menepi mega bertandang
Halilintar seraya memecah sepi
Air menyapu tiada bersisa

Kini...
Setiap hari kita disuguhi berita kematian
Banjir, longsor, sudah biasa
Ratusan nyawa manusia tewas
Menjadi nyanyian kewajaran
Betapa hidup kita kian tak berbudaya

Kini ...
Hari demi hari mereka hitung
Jejak yang hilang
Mereka mengais, mengorek mencari makan
Hati ingin menjerit ... ingin sekali menangis
Namun air mata tlah hilang

Wahai para budiman
Masihkah kau dengar nyanyian mereka
 Sampai kapan m’reka menunggu
Uluran tangan-tangan bijak darimu....

=(Redaksi, wisanggeni edisi Maret 2006)=


“Sebuah Harapan”
Air mata berjatuhan
Dengan hati sedih dan berduka
Di saat seutai nyawa
Hilang dengan percuma

Terdengarlah suara tangis
Htipun gelisah
Dengan suatu harapan
Yang kini hilang tak tersisa

Tuhan berbicara
Kepada hambanya yang tabah
Dengan nyawa hilang percuma
Digantinya dengan kehidupan terang

Cahaya impian
Kini tak tersisa
Darah suci mengalir
Dari ujung rambut sampai ke kaki

Dengan rasa bimbang
 Berdoa dengan seimbang
Bagai bintang
Memberi penerang

=(wisanggeni edisi Maret 2006)=


“KATA HATI”
Saat kulihat bayangmu
Seperti bunga yang tak pernah layu
Pada saat bunga-bunga bermekaran
Engkau tersenyum dengan senang

Awan hitam menjadi terang
Badaipun hilang dengan sekejap
Matahari terbenam
Bulan & bintang kan datang

Melihat matamu yang bersinar terang
Air mata ...
Kini habis tak tersisa
Ketika malam kerinduan datang
Hati trasa gelisah

Apakah ....?!!!
Engkau jauh disaat aku dekat
Dan juga bila
Engkau dekat di saat aku jauh

Adakah .... ?!!! Arti perumpamaan ini,
Tanpa didasari dengan .... ?!
Cinta yang suci & tulus.

=(wisanggeni edisi Maret 2006)=


“HANYA”
Langit terbentang luas
Jauh memandang mata
Seakan jauh melihat
Angan hanya sebatas asa

Itulah kita
Bagai burung kecil berkicau
Yang didengar tak ada harga
Mengadu entah kemana

Burung-burung kecil
Tetaplah berkicau
Walau sangkar menunggu
Dan jadi penjaramu

=(Bpk. Balok Edi Waluyo, Spd, wisanggeni edisi Juni 2006)=


“Mencintai mu”
Aku coba tuk pergi
Tinggalkan rasa ini sendiri
Aku tau ....
Dia ada
Aku tau ....
Dia merasa
Tapi ....
Aku tak ingin memilikinya
Aku utak ingin sakitinya
Aku han ya ingin ....
Aku mencintainya sendiri
Mencintai dengan caraku
Mencintai dengan hati ku
Walau aku merasa angin-angin ini
Menerpaku
Walau aku merasa hujan ini
Menghuyurku
Meski tak sanggup ku berdiri
Ku tegakkan kaki ini
Ku teguhkan hati yang lesu ini
Dengan begitu aku merasa
Dia milikku slalu
Berada jauh dalam hatiku.

=(Fika (Reds), wisanggeni edisi Juni 2006)=


“Hembusan Angin Rebahkan Secuil Angin”

Wajah layu bertirai sendu
Terdengar sayup selagi rindu
Akan ada kebahagiaan
Akan ada kedamaian
Disaat mentari tertutup awan
Dan bukan tak malas lagi
Aku terguncang
Terlepas badai lunglai
Diam pasrah dalam belaian kasihmu

Terhenti langkahku di sini
Ditengah keramaian mengadu wajib
Mencari pengertian dan kepercayaan
Untuk diriku sendiri
Semoga menjadi titian yang makin dewasa ini

=(Eko F (Reds), wisanggeni edisi Juni 2006)=


“Sahabat Sejati”

Kala kuhirup udara pagi
Kulihat embun membasahi dedaunan
Adanya embun dipagi hari
Tak ku mengerti apa makna yang terkandung
Adanya sang Dewa dan sang Dewi
Mereka diciptakan untuk hidup bersama

Diwaktu kusedih
Kau alunkan melodi suara merduku
Sehingga aku mampu tuk mengubah
Bibir ini bagai bunga
Bermekaran dimusim semi
Oh ... sungguh indahnya

Diwaktu ku bahagia
Kau berikan suasana kehangatan
Bersama iringan kata-kata mutiaramu
Smua tercipta karna kebaikan
Yang datang dari lubuk hatimu

Kini ku tlah mengerti
Kau ada untuk menemani diri ini
Kusadari, kau adalah bagian dari hatiku
Sahabat sejati selalu mengerti ,, selalu dihati.


HAI ......................
Melayang terbang dihimpit awan
Menendang lagu, lagu melayang
Rasa hampa terasa riang
Rasa riang terasa pedih menghalang

Hai .....
Tutup rasa sayang dalam kalbu
Kabut yang indah terbuang membisu
Karena ku tak bisa memiliki awan

Biar rasa awan bebas menghadang
Jangan biarkan awan terbang
Pegang teguh awan
Sampai hati terasa riang

=(M.S.U/XI-AI, wisanggeni edisi Juni 2006)=
                               

“Harapan Kosong”

Selama ini ku tunggu
Sekian lama kunanti
Balas cinta dan kasih darimu
Kepastian yang kubayangkan
Ternyata sebatas anganku
Mimpi itu tak terjamah
Hasrat ini tak sampai tujuan
Walau dekat kau terasa jauh
Kau...
Yang telah membuatku sadar arti
Hidup dan persahabatan
Kini bersama orang lain
Aku yang termangu menunggu
Baru menyadari
Yang kutunggu hanya sebuah
Harapan kosong
Kepergian seseorang yang kita sayangi
Karena memilih orang lain, kadang membuat kita
Merasa tak ada lagi makna hidup
Rasa itulah yang kini kurasakan
Rasa putus asa, kecewa dan sedih
Aku ....

=(wisanggeni edisi Oktober 2006)=


“I m p i a n    H i d u p”
Aku ingin hidup bebas
Ubah semua semaunya
Adil hanyalah milikku
Sabdaku bagai sabda raja
Perkataanku tak seorangpun menolak
Semua hal mustahil menjadi mungkin
Namun semua impian belaka
Bukan kenyataan dalam hidupku
Kiranya takdir enggan buatku sengsara
Jalan sulit pun dapat ku tempuh
Banyak rintangan dapat ku lewati
Layaknya burung terbang bebas
Bisakah hal ini terjadi
Jerat aturan selalu menjeratku

=(wisanggeni edisi Oktober 2006)=


“Untuk Kau Baca”
Kutuangkan perasaanku
Dalam deretan kata-kata
Kutuangkan isi hatiku
Dalam barisan kalima
Kata demi kata kurajut
Kurajut menjadi kalimat
Kalimat demi kaimat kususun
Kususun menjadi sebuah puisi

Cinta dapatkah kau mendengar
Mendengar bisikan hatiku
Cinta dapatkah kau melihat
Melihat besar bunga bunga cinta dalam hatiku
Cinta dapatkah kau merasakan
Merasakan hembusan nafasku
Cinta taukah engkau
Disetiap detak jantungku
Disetiap tembusan nafasku
Hanya ada namakku

=(Yuliandri P.W, wisanggeni edisi Oktober 2006)=

“GEJOLAK KAWULA MUDA”
Gulita malam
Hitam suram berawan
Tak sebutir tampakkan intan
Memancar deras tandas
Sungguh malam yang pekat
Sepakat jiwa tekad
Melangkah erat penuh hasrat
Selangkah jjiwa putus asa
Gejolak seorang muda
Penuh dengan tali rasa
Menyala-nyala sepanjang dada
Penuh dengan mutiara kata
Dibalik kesemua itu
Nampak kuasa rayuan demi rayuan
Nyatakan diri indah gagah
Ternyata hanya penuh tipu daya
Segala dusta yang tanpa mata.

=(Koirun Nikmah, wisanggeni edisi Februari 2007)=


“L O V E”
You face always in my dream
Every day .....
I always wait for you
Wish you come to me
Do you now?
When i need you
Shine form your eyes
Make me long for you
Come to me my love
Bring your heart for me

=(Tutik, wisanggeni edisi Februari 2007)=


“PEMBARINGAN TERAKHIR”
Kasih ...
Tenanglah kau di rumah suci-Mu
Selamanya cinta ini hanya milikmu
Tunggulah aku disana
Ku akan datang menjemputmu secepatnya
Datanglah padaku jika jiwamu rindu
Dan belailalh aku jika ragamu kesepian

Dunia ini terlalu kejam bagiku
Ku tak mampu menjalani menjalani sendiri
Tanpa mu kasih ...

Tapi Tuhan berkata lain
Kau lebih memilih dirinya
Daripada rintihan hati ini
Mungkin ...
Ini jembatan perpisahan kita
Cinta suci yang ku simpan untuk mu
Tak mampu mengembalikan ragamu di pelukku

Semoga kau bahagia di sana
Malaikat-malaikat kecil ku
Akan menemanimu setiap waktu
Di pembaringan terakhirmu
Ku hanya bisa berdoa
Semoga kau mendapatkan cinta suci
Yang belum kau rasakan dari ku.

=(Efieta Dwi Septatian, wisanggeni edisi April 2007)=


“I Want You To Know”
Love ...
I never call you
I never hope you
But suddenly you come to me
I know ...
You give me beautiful hope
You give me unforgettable momont
You make me see ...
How beautiful my world is but why ...?
Suddenly you go away
You give me sadnnes
You make me angry
And you make me cry
Love ...
I want you to know
I need you stay in my world
Although you often make me desperate
=(wisanggeni edisi April 2007)=


“W A K T U”
Keindahan tlah sirna
Tak terlihat dengan mata
Hanya ketakutan ... kegelisahan
Yang hadir dalam pikiran
Tersandar dalam lamunan
Bahwa hidup hanya permainan
Semua penyesalan
Selalu datang terlambat
Ketika waktu itu datang
Tak ada yang bisa dilakukan
Kecuali memohon ampunan

=(Tutik, wisanggeni edisi April 2007)=


“ANDAIKU TAHU”
Andai kau tak pernah hadir
Dalam waktu dan hidupku
Andai kau tak bersikap
Seakan aku tak pernah ada
            Andai kau tak pernah
            Mengungkap isi hatimu
            Pasti, pasti aku tak
            Kebingungan saat ini
Aku bingung ...
Bagaimana aku harus bersikap
Padahal engkau sendiri acuh
Aku bingung ....
Bagaimana aku harus memulai tuk bicara
Padahal engkau sendiri diam seribu bahasa
Aku bingung ...
Adakah yang aneh dalam diriku??
Kau menyapa temanku,
Tapi ... mengapa tidak padaku
Hanya untuk sehari saja, aku terima
Tapi ... jika begini untuk selamanya
tak usah kau ungkapkan itu

=(Cella, wisanggeni edisi Agustus 2007)=


“D O A”
Bersujud aku disini
Dalam hening di malam sepi
Dalam pancaran sinar –Mu yang suci

Sembari menadahkan kedua tanganku
Yang penuh nada dan dosa!
Mulutku yang selalu berdusta
Menyebut nama-Mu dengan lirih

Ku akui ...
Rintihan hati ini
Tak mampu menghapus
Semua dosa-dosaku

Tapi apa daya ...
Hanya penyesalan inilah
Yang bisa kulakukan
Untuk menghapus semua ...
Semua noda dan dosaku
Di masa silam

=(Efieta Dwi Septatian, wisanggeni edisi Agustus 2007)=


“SALAM RINDU”
Jangan biarkan mimpi
Hanya sebatas angan-angan belaka
Bila kasih memang untukku
Mengapa tak kau biarkan kisah ini
Tumbuh jadi satu
Hanya engkau yang tahu pasti
Isi dan maksud hati
Tolong bisikan padanya
Bahwa rindu dan kasih hati ini
Ku persembahkan untuk dia ...

=(Johan Angga, wisanggeni edisi Agustus 2007)=


“F  R  I  E  N  D”
Friend ...
This is very difficult to ask
Can I together with you until next?

I hate my self
I can’t give you a happiness

Friend ...
Give me a sorry
Cause I know you are beauty place
Place which give me laugh and cry
Which make my life become happy

In this time I only can ask
Thank’s so much
And I sit inside you are die place
“darling”
Kiss kindness friendly

=(wisanggeni edisi Agustus 2007)=

“KARENA CINTA”
Disela-sela kesibukan dunia
Manuasia sibuk memahami
Makna cinta

Para pengukir hati
Tak henti menenangkan diri
Apa cinta itu?

Cinta hanyalah perasaan sayang
Yang selalu berlebihan
Cinta tumbuh karena adanya
Perhatian ...

Kenapa cinta harus ada?
Karena manusia butuh sebuah rasa
Rasa yang mampu membuat bahagia
Apakah cinta adalah air mata?
Tentu ...

Karena cinta ...
Manusia tertawa, tersenyum, menangis, merenung ...
Karena cinta ...
Terkadang sikap manusia tak biasa di logika
Percaya semua pada hati
Agar cinta kekal abadi

=(View-rie, wisanggeni edisi Agustus 2007)=


“DALAM RINDU”
Desir angin membelai angan
Dalam hening malam
Berdetak hatiku kencang
Senyum manismu selalu
Terbayang

Walau kau tak sempat
Terucapkan
Tapi hati mencoba ungkapkan
Engkaulah ...
Hadirmu selalu kunantikan
Dalam rindu ku terdiam
Menatap indah bayangan
Yang tak sempatku dapatkan

=(wisanggeni edisi Agustus 2007)=
“MY SOUL”
Love ...
Where you bring my heart?
Give you way
When our heart can to be one

I want to feel love again
But ... why ...
Only fragance sent to me?
Silence ...
Is your answer?

Please, look my eyes!
You will find,
How much word can’t I say
Do you know why?
Coz you are my soul...
Only you can take my heart
Please, don’t leave me
Alone ...

=(wisanggeni edisi Agustus 2007)=

“Kerinduan”
Desah malam
Senada sendu alunan jiwa
Yang merasuk ke dasar
Nuraniku ...
Ingin ku tepis bayang wajahmu
Yang selalu menggoda angan
Dalam hening malam ini ...

=(wisanggeni edisi Agustus 2007)=

“Mengharap Kasih Sayang –Nya”
Hamba tetap jauh menyelam
Terkenang sisa-sisa perasaan
Yang kini masih terpendam
Yang tak mungkin dapat kulukiskan
Dalam benak angan hampa
Hanya rintihan pada Tuhan

Walau kehendak hati menangis
Tersayat hidup dalam dunia fana
Yang selalu menyengat diri hamba
Begitu kejinya alam
Tanpa nampak belas kasihan

Hamba tahu perasaan luarnya
Tapi sulit menduga dalamnya
Namun hamba mengharap
Kasih sayang engkaulah lebih besar
Dari manusia

Dalam hati hamba berbisik
Untuk apa kita mengejar barang sekejap
Bila segalanya sia-sia belaka
Bukankah itu kelak akan sirna?

Tak mungkin diri-Nya menerima
Apa yang telah dibuat mereka
Selama hidup di surga dunia
Mengekang kebahagiaan nirwana

=(Nikmah (Redaksi),wisanggeni edisi Agustus 2007)=

“ItuKaH $aHaBaT”
Sahabat ....
Apakah arti sebenarnya itu?
Dikala karang menghadang
Kau tak datang membawa bantuan

Sahabat ....
Kau dekat denganku
Disaat suka singgah di hatiku
Kau acuh padaku
Jikalau duka menjemputku

Itukah arti seorang sahabat?
Sahabat ....
Dihadapanku,kau bertingkah seolah
Kau bagai kelinci
Sedang dibelakangku kau bagai
serigala yang tak tahu norma

Apakah kau pantas ku sebut sahabat?
=(Yayan (Redaksi), wisanggeni edisi Agustus 2007)=


“Duniaku Lagi Patah Hati”
Kenapa yang patah Cuma hati?
Kata yang tak asing lagi
Kenapa yang patah bukan kaki?
Selalu saja ..., hati ...

Untuk kita yang selalu dicap sebagai laki-laki
Hati seorang gadis dalam diri, hanyalah
Sedang tidur
Tapi, saat tergugah kata “CINTA”
Saat itulah, gadis terlihat
Sampai kapan kau tak tahu?
Wanita kan cantik sekali
Bila sedang jatuh cinta

Sampai kapan aku menangis?
Salah bila aku menangis!
Kenapa lagi kutangisi?
Harusnya kau yang menangis!

Kenapa?
Padahal aku sudah melupakanmu
Bodoh!
Perasaan sungguh ini tak sirna juga
Tersembunyi dilubuk hati terdalam
Bagai harta karun

Biarlah....
Meski berpisah
Kita, para orang yang masuk dalam
Dunia “Patah Hati”
Tak akan merasa kesepian
Jika ada senyum di wajah
Selamanya ... jadi,
Selamat tinggal

=(Pink-innocent, wisanggeni edisi Maret 2008)=


“S E S A L”
Setiap ku menatap matamu
Yang kutemukan hanya sepi
Setiap ku masuki hatimu
Yang ku dapat hanya hampa
Setiap ku masuki jiwamu
Yang ku temui hanya kosong

Ini adalah salahku
Dan ini juga salahmu
Kita sama-sama mengalami duka
Duka rindu sang kekasih

Kini
Hatiku dan hatimu semakin jauh
Meski raga kita bersatu
Ku tak bisa menemukan hatimu
Kenapa jiwamu bersembunyi dariku?
Mungkin ....
Saat kau temukan ragaku kelak
Hanya rasa sesak
Jerit dan tangis
Yang kau lakukan untukku

Rasa kecewa yang kurasa
Tak kan mampu,
Kau tebus dengan tangismu
Dukamu dan penyesalanmu
Dan ....
Rasa ini akan ku bawa pergi
Jauh ....
Hingga kau tak mampu
Menemukan jiwa dan ragaku.

=(Efieta Dwi Septatian, wisanggeni edisi Maret 2008)=        


“Cinta yg Tertunda”
Hari-hari demikian ... berlalu  demikian
Semilir angin berlalu demikian
Deburan ombak berlalu demikian

Sekian hari sekian jam sekian waktu ...
Jantung berdegup kencang memandang seseorang
Entah apa sebabnya ...
Terlintas bayangan  membahana di sanubari
Membayang sang dewi yang terjun di kejauhan
Hati tertambat entah kapan
Sampai sang waktu berlalu dikejauhan
Surya timbul tenggelam sekian lama
Dada pun tiada pernah terhenti mengalunkan irama
Deguban kencang yang tiada berarah
Sampai sang dewi hilang entah kemana

Kini dia datang membawa segumpal harapan
Kesenangan yang dulu ... kekencangan hati berdegup ... di kalbu
Membawa cinta diharibaan sang pemilik cinta
Kapankah kan datang ... cinta yang belum
Sempet kuucapkan

Sanggupkah aku mengatakan ...
Karena desiran angin kencang yang syarat
Kerinduan membaur
Tanpa bisa aku hempaskan

Tegarkah aku saat aku mengatakan ... bahwa
Aku cinta padamu ...

=(Tirani, wisanggeni edisi Maret 2008)=


“Puisi Hati”
Ku ungkapkan kata bernafaskan cinta
Bertaburkan rindu dan kasih
Debar jantungku begitu cepat
Bagaikan kilat yang mewarnai rintik hujan
Hatiku kini berselimutkan cinta
dan kabut rindu
kabut rindu yang begitu tebal
Rindu yang tak hentinya
menyerang tubuhku, menusuk tulangku,
membekukan darahku
Dan hingga aku menggigil menunggumu
Rindu akan sentuhan sutramu
Rindu akan belaian madumu
Rindu akan mahkota senyummu
dan rindu akan semua darimu
sampai kapan kau jauh?

Kau bagaipurnama menerangi
gulita di atas medan cintaku
Bertemu denganmu adalah anganku
Kini tak ada lagi kata
Selain menunggu mu bersama waktu dan cintaku
Datanglah .........!!!
Hatiku merindukanmu ..........

=(Cietra, wisanggeni edisi Maret 2008)=